Pengikut

Kamis, 13 November 2025

BIMBINGAN PRA NIKAH VIA WATSAPP

kegiatan binwin via Watsapp (foto M Zainul Mustofa

Kaligondang (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang melayani dengan motto Harum (Humanis, Amanah, Responsif, Unggul, Melayani) Kamis, 13 November 2025 menerima layanan :

NO

CALON SUAMI

CALON ISTRI

LAYANAN

PETUGAS

1

Senin, 10 November 2025

HARMONIS DI MASA DEPAN

Pemberian Buku Pondasi Keluarga Sakinah kepada Catin (foto Nurul Fauzan)

Kaligondang (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang melayani dengan motto Harum (Humanis, Amanah, Responsif, Unggul, Melayani) Senin, 10 November 2025 menerima layanan pemeriksaan dan bimbingan perkawinan pra nikah dengan calon suami atas nama  Galih Kresna dan calon istri atas nama Siti Sofi 

Dokumentasi Bimbingan Pra Nikah (foto Nurul Fauzan)

Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri menegaskan dalam membekali calon pengantin dengan pengetahuan pranikah. Salah satu unsur penting yang turut menyukseskan kegiatan ini adalah keterlibatan penyuluh agama Islam. Dalam pelaksanaan kali ini, penyuluh agama Usman, SH. memberikan materi kepada calon pengantin, materi yang dibawakan Usman difokuskan pada pembinaan akhlak pasangan, manajemen rumah tangga dalam perspektif Islam, serta pentingnya menjaga komunikasi dan komitmen dalam pernikahan. Penyuluh Agama Islam yang menjadi ujung tombak edukasi moral dan spiritual, KUA Kaligondang berharap kegiatan Bimwin Mandiri dapat mencetak generasi keluarga tangguh dan harmonis di masa depan


Pewarta : Zaenal Mutaqin

Kamis, 06 November 2025

BIMBINGAN PRA NIKAH

Kegiatan Binwin (foto Zaenal Mutaqin)
Kaligondang (Humas), Kamis, 6 November 2025, Usman, SH, Penyuluh Agama Islam melakukan Bimbingan pra nikah. Program ini mencakup aspek agama, psikologi, komunikasi, finansial, hingga pengasuhan anak, bertujuan agar pasangan siap secara mental, sosial, dan ekonomi menghadapi dinamika perkawinan. Program ini diwajibkan oleh Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan Kaligondang, meskipun pelaksanaan bimbingan dapat dilakukan secara tatap muka maupun mandiri

Kegiatan Binwin (foto Zaenal Mutaqin)
Harapan utama setelah mengikuti Bimbingan Perkawinan adalah untuk membangun dan menjalani kehidupan rumah tangga yang: Sakinah, Mawaddah, Warahmah: Ini adalah harapan ideal dalam Islam, yang berarti keluarga yang dipenuhi ketentraman, cinta, dan kasih sayang. 

Pewarta : Zaenal Mutaqin

PERNIKAHAN BUKAN SEKEDAR PERAYAAN



Pemberian Buku Pondasi Keluarga Sakinah kepada Catin oleh Wagino, SH (foto Afsa ulin)

Kaligondang, Rabu (5/11/2025) Wagino, SH, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang, menyampaikan materi tentang aspek agama dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) mandiri bagi calon pengantin.

Bimbingan ini diselenggarakan dalam bentuk ceramah, untuk membentuk keluarga sakinah, Wagino, manyampaikan materi mencakup pemahaman tentang tujuan pernikahan, kewajiban suami istri, dan membangun keluarga yang harmonis sesuai ajaran Islam, mempersiapkan generasi berkualitas: fokus pada persiapan menjadi orang tua dan bagaimana menciptakan keturunan yang sehat, cerdas, dan saleh/salehah. Mengelola keuangan keluarga: Meliputi cara mengatur pendapatan dan pengeluaran, membuat anggaran bersama, dan membuat keputusan keuangan secara bersama-sama.

Refleksi, evaluasi, dan tes pemahaman: Calon pengantin diminta untuk merefleksikan dan mengevaluasi pemahaman mereka tentang materi yang telah disampaikan. Harapan dari Binwin adalah agar pernikahan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi institusi yang kuat, berdaya tahan, dan mandiri, mampu menghadapi tantangan hidup, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.


Pewarta: Zaenal Mutaqin

Rabu, 05 November 2025

NGAJI BARENG NGAJI GAYENG

 

Suasan Kajian (foto Afsa Ulin)

Kaligondang (Humas). Seluruh ASN Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang mengadakan penguatan literasi, Rabu, 5 November 2025 melalui kegiatan kajian dan diskusi kitab Nashoihul ‘ibad adapun materi yang bahas :

1. Perkara Asing Terdapat Pada Enam Tempat

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. sebagai berikut:

سِتَةُ أَشْيَاءَ هُنَّ غَرِيبَةٌ فِي سِتَةِ مَوَاضِعَ السَّجِدُ غَرِيبٌ فِيمَا بَيْنُ قَوْمٍ لَا يُصَلُّونَ فِيهِ وَالصَّحَفُ غَرَيْبٌ في منزِلِ قَوْمٍ لَا يَقْرَعُونُ فِيهِ وَالْقُرْآنِ غَرِيبُ فِي جَوْفِ الفَاسِقِ وَالرَأَةُ الصَّائِحَةُ غَرِيبَةً فِي يَدٍ رَجُلٍ ظَالِمِ سَي الخُلْقِ وَالرَّجُلُ الْمُسْلِمُ الصَالِحُ غريب فِي يَدامْرَاةِ رَدِيَّةٍ سَيِّئَةِ الخُلْقِ وَالعَالِمُ غَرِيبُ بَيْنَ قَوْمٍ لَا يَسْتَبِعُونَ إِلَيْهِ ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصلَاةَ وَالسَّلَامُ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَظُرُ الرَّحْمَةِ .

"Enam perkara asing terdapat pada enam tempat, yaitu: Masjid terasing di kalangan masyarakatyang tidak mau menunaikan shalat di dalamnya. Mushhafterasing di rumah mereka yang tidak mаи membacanya. Ajaran Al Qur'an teerasing di dalam hati orang fasik. Muslimah yang shalehah terasing di tangan laki-laki zhalim yang buruk perangainya. Orang muslim yang shaleh terasing di tangan perempuan hina yang buruk perangainya; ulama terasing ditengah masyarakat yang tidak lagi memperhatikan petunjuknya. Kemudian Nabi Muhammad Saw. bersabda, "Sesungguhnya di hari kiamat Allah tidak akan memandang mereka yang mengabaikan ulama dengan pandangan kasih sayang."

2. Golongan yang Dilaknat Allah,

Rasulullah Saw. dan Para Nabi Lainnya Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Hakim sebagai berikut: 190

سِتَةَ لَعَنْهُمْ وَلَعَنْهُمُ اللَّهُ وَكَلِّ نِي يُحَابِ الدَّعَوَاتِ : وَيُذِلُ مَنْ أَعَرَّهُ اللَّهُ وَالمُنْتَحِلَ حَرَمِ اللهِ تَعَا وَالْمُسْحِلُ الزَّائِدُ فِي تَابِ اللَّهِ وَالْمُكَذِّبُ بِقَدْرِ اللَّهِ تَعَالَى مِن عِرَنِي مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَالنَّارِهُ لِسُنَّتِي فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَا يَنْظُرُ اللَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَظَرَ الرَّحْمَة

"Enam orang yang akan saya laknat, dilaknat pula oleh Allah dan oleh setiap Nabi yang tidak diterima doanya, yaitu: Orang yang menambahi isi kitab Allah. Orang yang mendustakan qadar Allah. Penguasa yang zhalim yang menindas dengan sewenangwenang sehingga memuliakan orang yang dihinakan Allah dan menghinakan orang yang dimuliakan Allah. Orang yang menghalalkan perbuatan yang diharamkan di tanah haram Allah. Orang yang menghalalkan perbuatan terlarang terhadap keturunan dan kerabatku. Dan orang yang berpaling dari sunnahku, sesungguhnya Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat nanti dengan pandangan kasih sayang."