Pengikut

Jumat, 16 Oktober 2026

Tingkatkan Kualitas Diri Warga Binaan, Penyuluh Agama KUA Kaligondang Sampaikan 3 Keutamaan Amal Baik di Rutan Purbalingga



PURBALINGGA – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I., memberikan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan bagi para warga binaan pemasyarakatan di Majelis Ta’lim Attaubah Rutan Kelas IIB Purbalingga.  

​Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Jumat (16/10/2026) pagi ini mengusung materi utama tentang "3 Keutamaan Amal Baik". Bimbingan ini dihadiri oleh puluhan warga binaan yang tampak antusias mendengarkan pemaparan materi dari narasumber.  

​Untuk menceriakan suasana dan menghibur para jemaah yang hadir, majlis turut diselangi dengan alunan selawat yang diiringi muzik khas. Melodi selawat yang merdu dan penuh keberkatan ini membangkitkan semangat serta menambah kekhusyukan dan keceriaan seluruh warga binaan di dalam majlis.

​Dalam tausiyahnya, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I., menekankan pentingnya memanfaatkan setiap waktu dan kesempatan untuk terus berbuat kebaikan, di mana pun berada. Beliau menjelaskan tiga keutamaan utama dari amal baik yang perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. ​Pembersih Dosa dan Penghapus Kejelekan Masa Lalu                                                Setiap manusia tak lepas dari kesalahan. Namun, amalan baik yang dikerjakan          dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan dapat menjadi sarana penggugur dosa  serta memperbaiki lembaran hidup yang baru.
  2. ​Membawa Ketenangan Hati dan Kedamaian Jiwa                                                        Amal saleh dan kebaikan yang dilakukan secara konsisten akan menghadirkan rasa tenteram di dalam hati, menjauhkan dari rasa gelisah, serta memberikan kekuatan batin dalam menghadapi ujian hidup.
  3. ​Menjadi Tabungan Pahala dan Keberkahan Hidup                                              Kebaikan yang ditanam hari ini tidak akan sia-sia. Setiap amal baik akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT dan menjadi bekal keselamatan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.

​"Jangan melihat di mana kita berada sekarang, tetapi lihatlah ke mana arah langkah yang ingin kita tuju ke depan. Pintu kebaikan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri," ujar Zaenal Mutaqin di hadapan para jamaah Majelis Ta'lim Attaubah.

​Melalui kegiatan bimbingan spiritual dan hiburan selawat ini, diharapkan para warga binaan dapat terbiasa menjalankan amalan-amalan positif, sehingga saat kembali ke tengah masyarakat kelak, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan berakhlakul karimah.



Pewarta : Zaenal Mutaqin

Rabu, 14 Oktober 2026

[Ngabar] Ngaji Bareng ASN KUA Kaligondang: Mengupas Kitab Nashaihul Ibad untuk Perkuat Adab dan Ketakwaan




KALIGONDANG— Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang kembali menggelar kegiatan rutin Ngaji Bareng (Ngabar) pada Rabu, 14 Oktober 2026.

​Acara yang diikuti oleh seluruh ASN KUA Kaligondang ini diawali secara khidmat dengan pembacaan Doa Asmaul Husna bersama-sama. Lantunan nama-nama indah Allah tersebut membawakan suasana penuh ketenangan dan keberkahan sebelum memasuki materi kajian utama.

​Pada kesempatan Ngabar kali ini, kajian berfokus pada pembahasan kitab monumental karya Syekh Nawawi al-Bantani, yaitu Kitab Nashaihul Ibad (halaman 381). Pematerian menekankan beberapa poin penting penting bagi perbaikan akhlak, integritas, dan spiritualitas pegawai:

​1. Niat Menuntut Ilmu dan Kedekatan kepada Allah 

     Diingatkan bahwa bertambahnya ilmu harus berbanding lurus dengan meningkatnya       petunjuk (hidayah) dan kedekatan diri kepada Allah SWT. 

     Barangsiapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah hidayahnya, maka ia           hanya akan semakin jauh dari rahmat Allah. 

     Ilmu yang dipelajari hendaknya diniatkan untuk membimbing diri menuju                           kebahagiaan akhirat (ilad-daril akhirah) dan memberikan pelayanan terbaik yang             bernilai ibadah.

​2. Memuliakan Ulama sebagai Pewaris Para Nabi  

    Kajian ini juga mengulas pentingnya memuliakan ulama (Akrimul 'Ulama) sebagai            pewaris nabi (waratsatul anbiya). Meneladani kegigihan dan keteladanan para ulama        menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keberkahan ilmu dan kehidupan.

​3. Keutamaan Adab dan Bekal Ketakwaan  

    ASN KUA Kaligondang diajak untuk senantiasa mengedepankan adab dan akhlakul            karimah:  

     Adab sebagai Sebaik-baik Usaha (Khairu Maksab): Adab dan etika merupakan cermin       tingginya pemahaman agama seseorang. 

     Takwa sebagai Bekal Terbaik (Khairu Zad): Ketakwaan menjadi benteng utama dalam        mengemban amanah sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

​4. Pilar Utama Ketakwaan (Aslu Taqwa)

     ​Sebagai penutup kajian, dipaparkan dua pilar utama dalam merawat ketakwaan:

     Menjauhi Perkara Syubhat: Bersikap kehati-hatian (wara') terhadap hal-hal yang tidak       jelas/samar.

 ​    Meninggalkan Maksiat dan Dosa: Membentengi diri dari segala perbuatan melanggar       hukum dan syariat.

​Melalui kegiatan Ngaji Bareng (Ngabar) kitab Nashaihul Ibad ini, diharapkan seluruh ASN KUA Kaligondang dapat terus memperkuat integritas, memperhalus adab, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat berbasis nilai-nilai ketakwaan.




Pewarta : Zaenal Mutaqin


Rabu, 07 Oktober 2026

ASN KUA Kaligondang Gelar "Ngabar" (Ngaji Bareng) Rutin: Bedah Kitab Nashaihul 'Ibad Perkuat Integritas dan Akhlak Pegawai


Kaligondang — Dalam rangka memperkuat fondasi spiritual, meningkatkan kapasitas keagamaan, serta menjaga integritas pelayanan publik, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang kembali melaksanakan kegiatan Ngabar (Ngaji Bareng) yang rutin digelar setiap hari Rabu.  

​

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diisi dengan pengkajian lembar demi lembar kitab klasik karya Syekh Nawawi al-Bantani, yaitu Kitab Nashaihul 'Ibad.  

​Pada sesi pengajian kali ini, kajian menitikberatkan pada pembahasan bab penting mengenai sifat-sifat yang dicintai dan dibenci oleh Allah SWT, serta peringatan terhadap berbagai perbuatan tercela yang dapat merusak tatanan moral individu maupun masyarakat. Beberapa poin utama yang dikaji meliputi:

  1. ​Peringatan Keras terhadap Sifat Sombong (Al-Kibru): Kajian menyoroti berbagai bentuk kesombongan yang sangat dibenci oleh Allah SWT—baik sombong dalam hal kekayaan, kesombongan saat berinteraksi sosial, maupun sikap angkuh dalam beramal dan bersedekah.  
  2. ​Bahaya Mengabaikan Zakat dan Hak-Hak Sosial: Terdapat penegasan mengenai ancaman bagi pihak yang enggan menunaikan zakat harta (emas dan perak), di mana kelak di akhirat harta tersebut akan menjadi sumber azab bagi pemiliknya jika hak-hak fakir miskin di dalamnya diabaikan.  
  3. ​Menjaga Kehormatan Keluarga dan Menjauhi Perilaku Merusak: Pembahasan juga menyentuh pentingnya menjaga kehormatan keluarga, pemahaman tentang batasan cemburu (al-ghairah) yang proporsional sesuai tuntunan agama, serta bahaya perbuatan-perbuatan maksiat yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga dan tatanan sosial.  
  4. ​Menjauhi Khamr dan Menegakkan Ibadah Wajib: Pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan rukun Islam seperti zakat, haji bagi yang mampu, serta menjauhi hal-hal yang diharamkan agama turut menjadi bahan instrospeksi diri bagi para peserta.  


​Kepala KUA Kaligondang menyampaikan bahwa kegiatan Ngabar ini bukan sekadar rutinitas membaca kitab, melainkan sarana recharge rohani bagi para pegawai. Dengan pemahaman agama yang mendalam, para ASN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan prima, humanis, serta berlandaskan nilai-nilai kejujuran dan moderasi beragama kepada masyarakat Kaligondang.

​Melalui kegiatan rutin mingguan ini, keluarga besar KUA Kaligondang berkomitmen untuk terus merawat tradisi keilmuan pesantren di lingkungan birokrasi, sehingga semangat "Nandur Becik, Ati Resik" senantiasa tercermin dalam setiap layanan pencatatan nikah, bimbingan keluarga sakinah, maupun urusan keagamaan lainnya.





Pewarta : Zaenal Mutaqin

Senin, 05 Oktober 2026

Menanamkan Nilai Akhlak, Siswa MTs Ma'arif 12 Arenan Khusyuk Ikuti Kegiatan Ngaji Kitab Al-Ala Bersama Penyuluh Agama Islam


Kaligondang — Kegiatan keagamaan kembali menjadi sorotan positif di lingkungan pendidikan Madrasah. Di MTs Ma'arif 12 Arenan, para siswa tampak antusias dan khusyuk mengikuti kegiatan pengajian kitab klasik (Kitab Al-Ala) yang diselenggarakan di sekolah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas pembelajaran, tetapi juga bentuk sinergi nyata dalam membentengi karakter generasi muda sejak dini.  

​Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun pada 5 Oktober 2026, suasana kegiatan terlihat sangat kondusif. Bertempat di ruang kelas MTs Ma'arif 12 Arenan yang berlokasi di Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, para siswa mengenakan seragam rapi lengkap dengan peci hitam tampak duduk bersila menyimak materi dengan seksama.  

​


​Kepala MTs Ma'arif 12 Arenan, Sulfanul Muslim, S. Pd menyambut baik serta mengapresiasi tinggi adanya kerja sama dan sinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang. Menurutnya, kehadiran para penyuluh agama di madrasah sangat membantu pihak sekolah dalam memperkuat program pembinaan akhlak dan pendalaman ilmu agama bagi para peserta didik.

​Senada dengan hal tersebut, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I dan Umar Abdul Fatah, S.Sos. selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kaligondang menyampaikan bahwa pembiasaan mengaji kitab kuning di lingkungan sekolah memiliki peran krusial. Melalui pengkajian Kitab Al-Ala—yang dikenal sarat akan pesan tentang pentingnya adab, kesungguhan dalam menuntut ilmu, serta etika pergaulan—diharapkan para siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat. 

​Materi Pembelajaran: Pengkajian Kitab Al-Ala yang fokus pada pendidikan karakter dan etika menuntut ilmu.  ​Partisipasi Siswa: Diikuti oleh puluhan siswa dengan tertib, menunjukkan komitmen kuat madrasah dalam memperkuat pembinaan keagamaan.  

​Kegiatan pembinaan keagamaan secara berkala ini membuktikan bahwa kolaborasi yang baik antara pihak madrasah dan KUA Kecamatan Kaligondang mampu menciptakan lingkungan belajar yang religius, inspiratif, serta siap melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan berakhlak luhur.



Pewarta : Zaenal Mutaqin


Rabu, 30 September 2026

​Ikhtiar Menggapai Berkah: Ratusan Warga dan Pelajar SMK N 1 Kaligondang Gelar Shalat Istisqa Memohon Hujan


Dokumentasi SMK N 1 Kaligondang

​Di tengah musim kemarau yang panjang, ikhtiar spiritual dan kepedulian sosial menyatu di SMK N 1 Kaligondang. Pada hari Rabu, 30 September 2026, halaman utama sekolah tampak dipadati oleh lautan manusia yang antusias mengikuti kegiatan Shalat Istisqa (Shalat Sunnah Memohon Turunnya Hujan).  

​Mengusung tema "Mari Bersama Memohon Rahmat-Nya", kegiatan mulia ini diinisiasi untuk bermunajat kepada Allah SWT agar segera menurunkan berkah air hujan yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Di bawah kepemimpinan Usman, SH selaku ketua penyelenggara, acara ini dipersiapkan dengan baik demi kelancaran ibadah bersama. 

​Suasana haru dan khusyuk menyelimuti barisan jama'ah yang tertib mengikuti rangkaian ibadah. Pelaksanaan shalat berjamaah ini dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat, yaitu:  

  • ​Imam: KH. Usman Syarif (Ketua MUI Kecamatan Kaligondang).  
  • ​Khatib: H. Edi Safa'atno, S.Ag (Kepala KUA Kecamatan Kaligondang) yang menyampaikan khutbah penuh penyejuk jiwa agar senantiasa tawakal dan memohon ampunan.  

Dokumentasi SMK N 1 Kaligondang

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini tidak hanya diikuti oleh para siswa dan guru saja. Sifat acara yang terbuka membuat masyarakat sekitar turut hadir berbondong-bondong memadati area lapangan. Penataan barisan jama'ah pun dipisahkan secara tertib antara jama'ah pria dan jama'ah wanita untuk menjaga kekhidmatan ibadah.  

​Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa ini, diharapkan doa yang dipanjatkan secara serentak dari hati yang tulus dapat diijabah, membawa kesuburan kembali bagi alam, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah dan masyarakat luas.  



Pewarta : Zaenal Mutaqin