Purbalingga Lor — Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Rutan Kelas IIB Purbalingga pada hari Jumat, 11 September 2026. Zaenal Mutaqin, S.Sos.I., selaku Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang, hadir untuk mengisi kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi para warga binaan yang tergabung dalam Majelis Ta'lim At-Taubah.
Kegiatan pembinaan rohani ini diikuti dengan antusias oleh para warga binaan. Mengenakan seragam abu-abu khas bertuliskan "Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Purbalingga" lengkap dengan peci hitam, para jamaah tampak duduk rapi menyimak materi yang disampaikan langsung dari atas mimbar.
Mengupas Tiga Perkara Penyelamat (Al-Munjiyat)
Dalam kesempatan tersebut, Zaenal Mutaqin menyampaikan materi bimbingan yang bersumber dari kitab klasik karya ulama besar nusantara, Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, yaitu Kitab Nashaihul 'Ibad. Beliau mengupas tentang tiga perkara yang dapat menyelamatkan (al-munjiyat) bagi manusia, yaitu:
- Takut kepada Allah SWT di Tempat Sunyi maupun Ramai (Khasyyatullah fis Sirri wal 'Alawiyah). Ketakwaan yang hakiki diuji saat seseorang berada dalam kesendirian maupun di tengah keramaian. Kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi gerak-gerik hamba-Nya menjadi benteng utama dari perbuatan maksiat.
- Bersikap Sederhana dalam Keadaan Fakir maupun Kaya (Al-Qashdu fil Faqri wal Ghina). Sikap qana'ah dan pengendalian diri sangat penting. Saat diuji dengan kekurangan, seseorang tidak kehilangan harga diri; dan ketika diberi kelebihan harta, ia tidak terjebak dalam kesombongan atau sifat berlebihan (israf).
- Berlaku Adil Baik dalam Keadaan Senang maupun Marah (Al-'Adlu fi Rida wal Ghadhab). Ujian keadilan terbesar adalah ketika hawa nafsu dan emosi mendominasi. Orang yang selamat adalah mereka yang tetap mampu bersikap obyektif, jujur, dan tidak zhalim, baik saat sedang diliputi rasa suka maupun dalam keadaan marah.
Harapan dan Doa
Program pembinaan keagamaan secara berkala ini memiliki peran yang sangat strategis dalam proses rehabilitasi mental dan spiritual di lingkungan pemasyarakatan. Melalui Majelis Ta'lim At-Taubah, diharapkan para warga binaan dapat terus mendalami ilmu agama, memperbaiki diri, menemukan ketenangan batin, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang bertakwa, produktif, dan berakhlak mulia.
Pewarta: Zaenal Mutaqin









0 comments:
Posting Komentar