Pengikut

Rabu, 09 September 2026

Tingkatkan Pengetahuan Keagamaan, Aparatur KUA Kaligondang Gelar Ngabar Kajian Kitab Nashaihul 'Ibad


Foto: Zaenal Mutaqin

Kaligondang– Dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan dan mempererat silaturahmi antarpegawai, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang menyelenggarakan kegiatan Ngabar (Ngaji Bareng) pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan kajian yang membahas Kitab Nashaihul 'Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani ini berlangsung khidmat di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Kaligondang.

​Acara rutin ini diikuti secara aktif oleh seluruh jajaran pegawai KUA, mulai dari penghulu, penyuluh agama Islam, hingga staf. Terlihat para peserta duduk bersama mendalami kitab keagamaan tersebut untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam.

​Membahas 10 Perkara yang Sia-Sia​Dalam kesempatan Ngabar kali ini, materi yang dikaji memasuki Bab Maqalah ke-4 dari Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu (Halaman 38), yakni mengenai 10 Hal yang Paling Rugi/Sia-sia (Asyaddul Asyya-i Hilakan):

  1. Orang Alim yang Tidak Ditanyai Ilmu-Nya – Orang berilmu tetapi tidak diimbangi dengan masyarakat yang menimba ilmu darinya.
  2. ​Ilmu yang Tidak Diamalkan – Pengetahuan yang dimiliki tetapi tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. ​Pendapat Benar yang Tidak Diterima – Saran atau gagasan baik yang diabaikan.
  4. ​Senjata yang Tidak Digunakan – Potensi atau alat pertahanan yang disimpan tanpa dimanfaatkan.
  5. ​Masjid yang Tidak Dipakai Shalat – Tempat ibadah yang dibiarkan sepi dari jamaah.
  6. ​Mushaf Al-Qur'an yang Tidak Dibaca – Kitab suci yang hanya dipajang tanpa ditadabburi.
  7. ​Harta yang Tidak Diinfakkan – Kekayaan yang ditimbun tanpa dinafkahkan di jalan Allah.
  8. ​Kendaraan/Kuda yang Tidak Ditunggangi – Sarana yang dibiarkan mangkrak tanpa manfaat.
  9. ​Ilmu Zuhud pada Orang yang Menginginkan Dunia – Pemahaman zuhud pada diri orang yang hatinya masih terikat keduniaan.
  10. ​Umur Panjang tanpa Bekal Akhirat – Usia yang diberikan tetapi tidak dimanfaatkan untuk menambah amal kebaikan.

​Kajian ditutup dengan pengingat dari hadis Nabi Muhammad SAW bahwa "Barang siapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah petunjuknya (hidayahnya), maka ia hanya semakin jauh dari Allah."

​Melalui kegiatan Ngabar ini, diharapkan para jajaran aparatur KUA Kaligondang tidak hanya menjalankan tugas administratif dan pelayanan publik semata, tetapi juga terus membekali diri dengan nilai-nilai keagamaan sebagai modal utama dalam memberikan bimbingan terbaik bagi masyarakat.



Pewarta: Zaenal Mutaqin

0 comments:

Posting Komentar