Pengikut

Jumat, 16 Oktober 2026

Tingkatkan Kualitas Diri Warga Binaan, Penyuluh Agama KUA Kaligondang Sampaikan 3 Keutamaan Amal Baik di Rutan Purbalingga



PURBALINGGA – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I., memberikan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan bagi para warga binaan pemasyarakatan di Majelis Ta’lim Attaubah Rutan Kelas IIB Purbalingga.  

​Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Jumat (16/10/2026) pagi ini mengusung materi utama tentang "3 Keutamaan Amal Baik". Bimbingan ini dihadiri oleh puluhan warga binaan yang tampak antusias mendengarkan pemaparan materi dari narasumber.  

​Untuk menceriakan suasana dan menghibur para jemaah yang hadir, majlis turut diselangi dengan alunan selawat yang diiringi muzik khas. Melodi selawat yang merdu dan penuh keberkatan ini membangkitkan semangat serta menambah kekhusyukan dan keceriaan seluruh warga binaan di dalam majlis.

​Dalam tausiyahnya, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I., menekankan pentingnya memanfaatkan setiap waktu dan kesempatan untuk terus berbuat kebaikan, di mana pun berada. Beliau menjelaskan tiga keutamaan utama dari amal baik yang perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. ​Pembersih Dosa dan Penghapus Kejelekan Masa Lalu                                                Setiap manusia tak lepas dari kesalahan. Namun, amalan baik yang dikerjakan          dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan dapat menjadi sarana penggugur dosa  serta memperbaiki lembaran hidup yang baru.
  2. ​Membawa Ketenangan Hati dan Kedamaian Jiwa                                                        Amal saleh dan kebaikan yang dilakukan secara konsisten akan menghadirkan rasa tenteram di dalam hati, menjauhkan dari rasa gelisah, serta memberikan kekuatan batin dalam menghadapi ujian hidup.
  3. ​Menjadi Tabungan Pahala dan Keberkahan Hidup                                              Kebaikan yang ditanam hari ini tidak akan sia-sia. Setiap amal baik akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT dan menjadi bekal keselamatan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.

​"Jangan melihat di mana kita berada sekarang, tetapi lihatlah ke mana arah langkah yang ingin kita tuju ke depan. Pintu kebaikan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri," ujar Zaenal Mutaqin di hadapan para jamaah Majelis Ta'lim Attaubah.

​Melalui kegiatan bimbingan spiritual dan hiburan selawat ini, diharapkan para warga binaan dapat terbiasa menjalankan amalan-amalan positif, sehingga saat kembali ke tengah masyarakat kelak, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan berakhlakul karimah.



Pewarta : Zaenal Mutaqin

Rabu, 14 Oktober 2026

[Ngabar] Ngaji Bareng ASN KUA Kaligondang: Mengupas Kitab Nashaihul Ibad untuk Perkuat Adab dan Ketakwaan




KALIGONDANG— Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang kembali menggelar kegiatan rutin Ngaji Bareng (Ngabar) pada Rabu, 14 Oktober 2026.

​Acara yang diikuti oleh seluruh ASN KUA Kaligondang ini diawali secara khidmat dengan pembacaan Doa Asmaul Husna bersama-sama. Lantunan nama-nama indah Allah tersebut membawakan suasana penuh ketenangan dan keberkahan sebelum memasuki materi kajian utama.

​Pada kesempatan Ngabar kali ini, kajian berfokus pada pembahasan kitab monumental karya Syekh Nawawi al-Bantani, yaitu Kitab Nashaihul Ibad (halaman 381). Pematerian menekankan beberapa poin penting penting bagi perbaikan akhlak, integritas, dan spiritualitas pegawai:

​1. Niat Menuntut Ilmu dan Kedekatan kepada Allah 

     Diingatkan bahwa bertambahnya ilmu harus berbanding lurus dengan meningkatnya       petunjuk (hidayah) dan kedekatan diri kepada Allah SWT. 

     Barangsiapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah hidayahnya, maka ia           hanya akan semakin jauh dari rahmat Allah. 

     Ilmu yang dipelajari hendaknya diniatkan untuk membimbing diri menuju                           kebahagiaan akhirat (ilad-daril akhirah) dan memberikan pelayanan terbaik yang             bernilai ibadah.

​2. Memuliakan Ulama sebagai Pewaris Para Nabi  

    Kajian ini juga mengulas pentingnya memuliakan ulama (Akrimul 'Ulama) sebagai            pewaris nabi (waratsatul anbiya). Meneladani kegigihan dan keteladanan para ulama        menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keberkahan ilmu dan kehidupan.

​3. Keutamaan Adab dan Bekal Ketakwaan  

    ASN KUA Kaligondang diajak untuk senantiasa mengedepankan adab dan akhlakul            karimah:  

     Adab sebagai Sebaik-baik Usaha (Khairu Maksab): Adab dan etika merupakan cermin       tingginya pemahaman agama seseorang. 

     Takwa sebagai Bekal Terbaik (Khairu Zad): Ketakwaan menjadi benteng utama dalam        mengemban amanah sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

​4. Pilar Utama Ketakwaan (Aslu Taqwa)

     ​Sebagai penutup kajian, dipaparkan dua pilar utama dalam merawat ketakwaan:

     Menjauhi Perkara Syubhat: Bersikap kehati-hatian (wara') terhadap hal-hal yang tidak       jelas/samar.

 ​    Meninggalkan Maksiat dan Dosa: Membentengi diri dari segala perbuatan melanggar       hukum dan syariat.

​Melalui kegiatan Ngaji Bareng (Ngabar) kitab Nashaihul Ibad ini, diharapkan seluruh ASN KUA Kaligondang dapat terus memperkuat integritas, memperhalus adab, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat berbasis nilai-nilai ketakwaan.




Pewarta : Zaenal Mutaqin


Rabu, 07 Oktober 2026

ASN KUA Kaligondang Gelar "Ngabar" (Ngaji Bareng) Rutin: Bedah Kitab Nashaihul 'Ibad Perkuat Integritas dan Akhlak Pegawai


Kaligondang — Dalam rangka memperkuat fondasi spiritual, meningkatkan kapasitas keagamaan, serta menjaga integritas pelayanan publik, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang kembali melaksanakan kegiatan Ngabar (Ngaji Bareng) yang rutin digelar setiap hari Rabu.  

​

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diisi dengan pengkajian lembar demi lembar kitab klasik karya Syekh Nawawi al-Bantani, yaitu Kitab Nashaihul 'Ibad.  

​Pada sesi pengajian kali ini, kajian menitikberatkan pada pembahasan bab penting mengenai sifat-sifat yang dicintai dan dibenci oleh Allah SWT, serta peringatan terhadap berbagai perbuatan tercela yang dapat merusak tatanan moral individu maupun masyarakat. Beberapa poin utama yang dikaji meliputi:

  1. ​Peringatan Keras terhadap Sifat Sombong (Al-Kibru): Kajian menyoroti berbagai bentuk kesombongan yang sangat dibenci oleh Allah SWT—baik sombong dalam hal kekayaan, kesombongan saat berinteraksi sosial, maupun sikap angkuh dalam beramal dan bersedekah.  
  2. ​Bahaya Mengabaikan Zakat dan Hak-Hak Sosial: Terdapat penegasan mengenai ancaman bagi pihak yang enggan menunaikan zakat harta (emas dan perak), di mana kelak di akhirat harta tersebut akan menjadi sumber azab bagi pemiliknya jika hak-hak fakir miskin di dalamnya diabaikan.  
  3. ​Menjaga Kehormatan Keluarga dan Menjauhi Perilaku Merusak: Pembahasan juga menyentuh pentingnya menjaga kehormatan keluarga, pemahaman tentang batasan cemburu (al-ghairah) yang proporsional sesuai tuntunan agama, serta bahaya perbuatan-perbuatan maksiat yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga dan tatanan sosial.  
  4. ​Menjauhi Khamr dan Menegakkan Ibadah Wajib: Pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan rukun Islam seperti zakat, haji bagi yang mampu, serta menjauhi hal-hal yang diharamkan agama turut menjadi bahan instrospeksi diri bagi para peserta.  


​Kepala KUA Kaligondang menyampaikan bahwa kegiatan Ngabar ini bukan sekadar rutinitas membaca kitab, melainkan sarana recharge rohani bagi para pegawai. Dengan pemahaman agama yang mendalam, para ASN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan prima, humanis, serta berlandaskan nilai-nilai kejujuran dan moderasi beragama kepada masyarakat Kaligondang.

​Melalui kegiatan rutin mingguan ini, keluarga besar KUA Kaligondang berkomitmen untuk terus merawat tradisi keilmuan pesantren di lingkungan birokrasi, sehingga semangat "Nandur Becik, Ati Resik" senantiasa tercermin dalam setiap layanan pencatatan nikah, bimbingan keluarga sakinah, maupun urusan keagamaan lainnya.





Pewarta : Zaenal Mutaqin

Senin, 05 Oktober 2026

Menanamkan Nilai Akhlak, Siswa MTs Ma'arif 12 Arenan Khusyuk Ikuti Kegiatan Ngaji Kitab Al-Ala Bersama Penyuluh Agama Islam


Kaligondang — Kegiatan keagamaan kembali menjadi sorotan positif di lingkungan pendidikan Madrasah. Di MTs Ma'arif 12 Arenan, para siswa tampak antusias dan khusyuk mengikuti kegiatan pengajian kitab klasik (Kitab Al-Ala) yang diselenggarakan di sekolah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas pembelajaran, tetapi juga bentuk sinergi nyata dalam membentengi karakter generasi muda sejak dini.  

​Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun pada 5 Oktober 2026, suasana kegiatan terlihat sangat kondusif. Bertempat di ruang kelas MTs Ma'arif 12 Arenan yang berlokasi di Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, para siswa mengenakan seragam rapi lengkap dengan peci hitam tampak duduk bersila menyimak materi dengan seksama.  

​


​Kepala MTs Ma'arif 12 Arenan, Sulfanul Muslim, S. Pd menyambut baik serta mengapresiasi tinggi adanya kerja sama dan sinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang. Menurutnya, kehadiran para penyuluh agama di madrasah sangat membantu pihak sekolah dalam memperkuat program pembinaan akhlak dan pendalaman ilmu agama bagi para peserta didik.

​Senada dengan hal tersebut, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I dan Umar Abdul Fatah, S.Sos. selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kaligondang menyampaikan bahwa pembiasaan mengaji kitab kuning di lingkungan sekolah memiliki peran krusial. Melalui pengkajian Kitab Al-Ala—yang dikenal sarat akan pesan tentang pentingnya adab, kesungguhan dalam menuntut ilmu, serta etika pergaulan—diharapkan para siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat. 

​Materi Pembelajaran: Pengkajian Kitab Al-Ala yang fokus pada pendidikan karakter dan etika menuntut ilmu.  ​Partisipasi Siswa: Diikuti oleh puluhan siswa dengan tertib, menunjukkan komitmen kuat madrasah dalam memperkuat pembinaan keagamaan.  

​Kegiatan pembinaan keagamaan secara berkala ini membuktikan bahwa kolaborasi yang baik antara pihak madrasah dan KUA Kecamatan Kaligondang mampu menciptakan lingkungan belajar yang religius, inspiratif, serta siap melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan berakhlak luhur.



Pewarta : Zaenal Mutaqin


Rabu, 30 September 2026

​Ikhtiar Menggapai Berkah: Ratusan Warga dan Pelajar SMK N 1 Kaligondang Gelar Shalat Istisqa Memohon Hujan


Dokumentasi SMK N 1 Kaligondang

​Di tengah musim kemarau yang panjang, ikhtiar spiritual dan kepedulian sosial menyatu di SMK N 1 Kaligondang. Pada hari Rabu, 30 September 2026, halaman utama sekolah tampak dipadati oleh lautan manusia yang antusias mengikuti kegiatan Shalat Istisqa (Shalat Sunnah Memohon Turunnya Hujan).  

​Mengusung tema "Mari Bersama Memohon Rahmat-Nya", kegiatan mulia ini diinisiasi untuk bermunajat kepada Allah SWT agar segera menurunkan berkah air hujan yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Di bawah kepemimpinan Usman, SH selaku ketua penyelenggara, acara ini dipersiapkan dengan baik demi kelancaran ibadah bersama. 

​Suasana haru dan khusyuk menyelimuti barisan jama'ah yang tertib mengikuti rangkaian ibadah. Pelaksanaan shalat berjamaah ini dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat, yaitu:  

  • ​Imam: KH. Usman Syarif (Ketua MUI Kecamatan Kaligondang).  
  • ​Khatib: H. Edi Safa'atno, S.Ag (Kepala KUA Kecamatan Kaligondang) yang menyampaikan khutbah penuh penyejuk jiwa agar senantiasa tawakal dan memohon ampunan.  

Dokumentasi SMK N 1 Kaligondang

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini tidak hanya diikuti oleh para siswa dan guru saja. Sifat acara yang terbuka membuat masyarakat sekitar turut hadir berbondong-bondong memadati area lapangan. Penataan barisan jama'ah pun dipisahkan secara tertib antara jama'ah pria dan jama'ah wanita untuk menjaga kekhidmatan ibadah.  

​Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa ini, diharapkan doa yang dipanjatkan secara serentak dari hati yang tulus dapat diijabah, membawa kesuburan kembali bagi alam, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah dan masyarakat luas.  



Pewarta : Zaenal Mutaqin

Rabu, 23 September 2026

Koordinasi Sinergis KUA dan SMKN Kaligondang Terkait Pelaksanaan Shalat Istisqa di Bawah Kepemimpinan Usman, S.H.


KALIGONDANG — Rabu, 23 September 2026. Guna memastikan kesiapan dan kelancaran agenda keagamaan di wilayah Kecamatan Kaligondang, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang melaksanakan kunjungan koordinasi ke SMKN Kaligondang.  
​Pertemuan penting yang diselenggarakan pada hari Rabu, 23 September 2026 ini dipimpin langsung oleh Bapak Usman, S.H. yang bertindak sebagai ketua panitia penyelenggara. Kedatangan rombongan panitia disambut dengan penuh kehangatan dan diterima secara langsung oleh Kepala SMKN Kaligondang beserta jajaran pimpinan sekolah.  
​Dalam pertemuan tersebut, Usman, S.H. menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah penting untuk menyatukan visi, tenaga, dan dukungan lintas sektoral. Fokus utama dalam pembahasan kali ini adalah mematangkan persiapan teknis dan koordinasi lapangan terkait rencana pelaksanaan shalat istisqa (shalat sunnah memohon hujan).
​Melalui sinergi yang solid antara pihak KUA, panitia penyelenggara, dan institusi pendidikan seperti SMKN Kaligondang, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan ikhtiar batin ini dapat dipersiapkan dengan matang, berjalan tertib, serta memberikan dampak positif serta keberkahan bagi seluruh masyarakat di wilayah Kaligondang.




Pewarta: Zaenal Mutaqin

Jumat, 11 September 2026

Membina Jiwa di Balik Jeruji: Penyuluh Agama Islam KUA Kaligondang Berikan Tausiyah di Rutan Purbalingga


Purbalingga Lor — Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Rutan Kelas IIB Purbalingga pada hari Jumat, 11 September 2026. Zaenal Mutaqin, S.Sos.I., selaku Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang, hadir untuk mengisi kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi para warga binaan yang tergabung dalam Majelis Ta'lim At-Taubah.

​Kegiatan pembinaan rohani ini diikuti dengan antusias oleh para warga binaan. Mengenakan seragam abu-abu khas bertuliskan "Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Purbalingga" lengkap dengan peci hitam, para jamaah tampak duduk rapi menyimak materi yang disampaikan langsung dari atas mimbar.

​Mengupas Tiga Perkara Penyelamat (Al-Munjiyat)

​Dalam kesempatan tersebut, Zaenal Mutaqin menyampaikan materi bimbingan yang bersumber dari kitab klasik karya ulama besar nusantara, Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, yaitu Kitab Nashaihul 'Ibad. Beliau mengupas tentang tiga perkara yang dapat menyelamatkan (al-munjiyat) bagi manusia, yaitu:

  1. ​Takut kepada Allah SWT di Tempat Sunyi maupun Ramai (Khasyyatullah fis Sirri wal 'Alawiyah). Ketakwaan yang hakiki diuji saat seseorang berada dalam kesendirian maupun di tengah keramaian. Kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi gerak-gerik hamba-Nya menjadi benteng utama dari perbuatan maksiat.
  2. ​Bersikap Sederhana dalam Keadaan Fakir maupun Kaya (Al-Qashdu fil Faqri wal Ghina). Sikap qana'ah dan pengendalian diri sangat penting. Saat diuji dengan kekurangan, seseorang tidak kehilangan harga diri; dan ketika diberi kelebihan harta, ia tidak terjebak dalam kesombongan atau sifat berlebihan (israf).
  3. ​Berlaku Adil Baik dalam Keadaan Senang maupun Marah (Al-'Adlu fi Rida wal Ghadhab). Ujian keadilan terbesar adalah ketika hawa nafsu dan emosi mendominasi. Orang yang selamat adalah mereka yang tetap mampu bersikap obyektif, jujur, dan tidak zhalim, baik saat sedang diliputi rasa suka maupun dalam keadaan marah.

​


Harapan dan Doa

​Program pembinaan keagamaan secara berkala ini memiliki peran yang sangat strategis dalam proses rehabilitasi mental dan spiritual di lingkungan pemasyarakatan. Melalui Majelis Ta'lim At-Taubah, diharapkan para warga binaan dapat terus mendalami ilmu agama, memperbaiki diri, menemukan ketenangan batin, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang bertakwa, produktif, dan berakhlak mulia.



Pewarta: Zaenal Mutaqin

Kamis, 10 September 2026

Konsistensi Pelayanan Prima, KUA Kaligondang Gelar Briefing Pagi Tegaskan 3 Pilar Service Excellent


Purbalingga – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, kembali menggelar kegiatan briefing pagi rutin pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan internal yang berlangsung selama 10–15 menit sebelum pembukaan loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kaligondang, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I.

​Briefing pagi ini ditujukan untuk menjaga kualitas pelayanan publik tetap optimal, transparan, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan keagamaan di wilayah Kaligondang.

​3 Pilar Service Excellent di Meja PTSP

​Dalam arahannya, Zaenal Mutaqin menekankan pentingnya konsistensi seluruh petugas dalam menerapkan tiga pilar utama pelayanan prima (service excellent):

  1. ​Respons Cepat & Ramah                                                                                                            Menyambut setiap lapisan masyarakat, mitra lintas sektor, maupun profesional yang datang berkonsultasi dengan senyuman hangat serta komunikasi yang interaktif di meja layanan.
  2. ​Transparansi Alur & Syarat                                                                                                            Memastikan seluruh informasi terkait alur pendaftaran nikah, tarif PNBP, hingga kelengkapan dokumen persyaratan wakaf disampaikan secara jelas, terbuka, dan real-time.
  3. ​Kepastian Hukum & Akurasi Data                                                                                                 Mengoptimalkan pemanfaatan sistem digital keagamaan—seperti SIMKAH dan E-AIW—secara teliti guna meminimalisir risiko kesalahan input data publik.

​Komitmen Zona Integritas (WBK & WBBM)

​Sebelum briefing diakhiri, ditegaskan kembali komitmen bersama seluruh jajaran KUA Kaligondang di bawah naungan Kemenag Purbalingga dalam mewujudkan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupri (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

​Seluruh bentuk pelayanan dipastikan bebas dari pungutan liar (pungli) maupun gratifikasi. Masyarakat juga diimbau untuk selalu berpartisipasi aktif mengisi survei kepuasan layanan demi peningkatan kualitas instansi yang berkelanjutan.




Pewarta: Zaenal Mutaqin

Rabu, 09 September 2026

Tingkatkan Pengetahuan Keagamaan, Aparatur KUA Kaligondang Gelar Ngabar Kajian Kitab Nashaihul 'Ibad


Foto: Zaenal Mutaqin

Kaligondang– Dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan dan mempererat silaturahmi antarpegawai, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang menyelenggarakan kegiatan Ngabar (Ngaji Bareng) pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan kajian yang membahas Kitab Nashaihul 'Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani ini berlangsung khidmat di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Kaligondang.

​Acara rutin ini diikuti secara aktif oleh seluruh jajaran pegawai KUA, mulai dari penghulu, penyuluh agama Islam, hingga staf. Terlihat para peserta duduk bersama mendalami kitab keagamaan tersebut untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam.

​Membahas 10 Perkara yang Sia-Sia​Dalam kesempatan Ngabar kali ini, materi yang dikaji memasuki Bab Maqalah ke-4 dari Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu (Halaman 38), yakni mengenai 10 Hal yang Paling Rugi/Sia-sia (Asyaddul Asyya-i Hilakan):

  1. Orang Alim yang Tidak Ditanyai Ilmu-Nya – Orang berilmu tetapi tidak diimbangi dengan masyarakat yang menimba ilmu darinya.
  2. ​Ilmu yang Tidak Diamalkan – Pengetahuan yang dimiliki tetapi tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. ​Pendapat Benar yang Tidak Diterima – Saran atau gagasan baik yang diabaikan.
  4. ​Senjata yang Tidak Digunakan – Potensi atau alat pertahanan yang disimpan tanpa dimanfaatkan.
  5. ​Masjid yang Tidak Dipakai Shalat – Tempat ibadah yang dibiarkan sepi dari jamaah.
  6. ​Mushaf Al-Qur'an yang Tidak Dibaca – Kitab suci yang hanya dipajang tanpa ditadabburi.
  7. ​Harta yang Tidak Diinfakkan – Kekayaan yang ditimbun tanpa dinafkahkan di jalan Allah.
  8. ​Kendaraan/Kuda yang Tidak Ditunggangi – Sarana yang dibiarkan mangkrak tanpa manfaat.
  9. ​Ilmu Zuhud pada Orang yang Menginginkan Dunia – Pemahaman zuhud pada diri orang yang hatinya masih terikat keduniaan.
  10. ​Umur Panjang tanpa Bekal Akhirat – Usia yang diberikan tetapi tidak dimanfaatkan untuk menambah amal kebaikan.

​Kajian ditutup dengan pengingat dari hadis Nabi Muhammad SAW bahwa "Barang siapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah petunjuknya (hidayahnya), maka ia hanya semakin jauh dari Allah."

​Melalui kegiatan Ngabar ini, diharapkan para jajaran aparatur KUA Kaligondang tidak hanya menjalankan tugas administratif dan pelayanan publik semata, tetapi juga terus membekali diri dengan nilai-nilai keagamaan sebagai modal utama dalam memberikan bimbingan terbaik bagi masyarakat.



Pewarta: Zaenal Mutaqin

Selasa, 08 September 2026

Langkah Baru Sang Mualaf: Cerita Khidmat Pengucapan Syahadat di Balai Nikah KUA Kaligondang

Foto : Oktit Nuryuliyana

KALIGONDANG – Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, kembali menjadi saksi momen bersejarah dan penuh haru. Pada Selasa, 8 September 2026, Kepala KUA Kecamatan Kaligondang, Bapak Edi Safa'atno, S.Ag., secara langsung memandu pelaksanaan prosesi ikrar masuk Islam (mualaf) bagi Ibu Diah Hyunintias.

​Acara yang berlangsung dengan tertib dan khidmat ini turut disaksikan oleh jajaran Penyuluh Agama Islam, pegawai KUA, serta saksi dan pihak keluarga yang mendampingi.

​Pengucapan Syahadat Secara Sukarela

​Prosesi diawali dengan dialog singkat antara Kepala KUA Kaligondang dan calon mualaf untuk memastikan bahwa keputusan memeluk agama Islam didasari oleh kesadaran pribadi, tulus dari hati nurani, serta tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.

​Dengan bimbingan penuh ketenangan dari Bapak Edi Safa'atno, S.Ag., Ibu Diah Hyunintias mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lancar dan mantap:

​"Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah..."

(Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah).

​Usai penuntunan syahadat, suasana di ruang Balai Nikah terasa hangat dan haru. Seluruh hadirin yang hadir bersama-sama memanjatkan doa agar langkah awal Ibu Diah sebagai seorang muslimah senantiasa mendapatkan petunjuk, keberkahan, serta keteguhan iman.


​Penandatanganan Berita Acara dan Bimbingan Lanjutan

Setelah pembacaan ikrar selesai, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen dan Berita Acara Ikrar Masuk Islam secara resmi. Dokumen tersebut ditandatangani oleh pemeluk agama Islam yang baru, para saksi, dan disahkan langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Kaligondang.

​Bapak Edi Safa'atno, S.Ag. menyampaikan bahwa KUA Kaligondang tidak hanya bertugas memfasilitasi prosesi administratif semata, tetapi juga siap memberikan pendampingan keagamaan secara berkesinambungan melalui Penyuluh Agama Islam. Bimbingan lanjutan ini meliputi tata cara ibadah dasar, membaca Al-Qur'an, hingga pemahaman syariat Islam agar mualaf dapat menjalankan ajaran agama dengan nyaman dan percaya diri.

Foto : Oktit Nuryuliyana

​Prosesi diakhiri dengan penyerahan berkas resmi dan foto bersama jajaran KUA Kaligondang beserta keluarga.



Pewarta : Zaenal Mutaqin

Rabu, 02 September 2026

Mantapkan Tertib Administrasi, Kasi Bimas Islam Kemenag Purbalingga Beserta Staf Gelar Monev NR di KUA Kaligondang

Foto : Monev NR KUA Kaligondang

Purbalingga (Kemenag) — Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Moh. Nur Hidayat, bersama tim staf Bimas Islam melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Nikah Rujuk (Monev NR) di KUA Kecamatan Kaligondang pada Rabu (02/09/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Kaligondang ini disambut langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Kaligondang, Edi Safa'atno, S.Ag., serta dihadiri oleh jajaran penghulu, penyuluh agama Islam, dan staf pelaksana KUA.

​Dalam pengarahannya, Kasi Bimas Islam Moh. Nur Hidayat menyampaikan bahwa Monev NR ini merupakan agenda berkala untuk memastikan tata kelola administrasi pencatatan nikah dan rujuk berjalan tertib, transparan, serta akuntabel sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kehadiran tim Bimas Islam difokuskan untuk melakukan supervisi dan verifikasi langsung terhadap ketaatan prosedur pelayanan nikah di tingkat kecamatan.

​Poin Utama Monev NR

​Verifikasi Berkas NR: Tim staf Bimas Islam bersama petugas KUA memeriksa ketelitian kelengkapan dokumen pencatatan nikah dan rujuk, baik pemeriksaan fisik berkas maupun validasi data pada aplikasi SIMKAH.

​Peningkatan Kualitas Layanan: Mendorong jajaran KUA Kaligondang di bawah kepemimpinan Edi Safa'atno, S.Ag. untuk terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan administrasi NR yang cepat, tepat, dan akuntabel.

​Tertib Digitalisasi dan Pengarsipan: Memastikan integrasi data pendaftaran nikah hingga penerbitan buku nikah tercatat dengan rapi, aman, dan mudah diakses untuk kebutuhan audit maupun pelayanan masyarakat.

​Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Kaligondang, Edi Safa'atno, S.Ag., menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan evaluasi yang diberikan oleh Kasi Bimas Islam beserta tim. Hasil dari Monev NR ini akan dijadikan evaluasi konstruktif untuk terus membenahi serta mengoptimalkan kualitas pelayanan administrasi pencatatan nikah di wilayah Kecamatan Kaligondang.




Pewarta : Zaenal Mutaqin

Selasa, 25 Agustus 2026

Tingkatkan Profesionalisme Siswa, SMKN 1 Kaligondang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Foto : Maful Hidayat

SMK Negeri Kaligondang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin, 23 Agustus 2026. Berlokasi di lingkungan sekolah, acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh seluruh jajaran guru, staf, serta siswa-siswi.

​Suasana kebersamaan semakin terasa dengan lantunan salawat yang diiringi oleh grup rebana siswa. Acara inti diisi dengan tausiyah keagamaan oleh Zaenal Mutaqin, S.Sos.I. selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kaligondang. Beliau membawakan materi yang sangat relevan bagi dunia kejuruan, yakni "Meneladani Profesionalisme dan Etos Kerja Nabi Muhammad SAW di Era Modern."

Foto : Maful Hidayat

​Dalam ceramahnya, beliau menekankan tiga poin utama yang menjadi bekal penting bagi para siswa SMK:

​Sikap Profesional (Itqan)

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang selalu mengerjakan tugasnya secara tekun, rapi, dan tuntas (itqan). Sebagaimana hadis riwayat Tabrani, Allah mencintai hamba yang bekerja secara itqan. Siswa SMK diajak menerapkan prinsip ini saat praktik di bengkel atau laboratorium dengan menghasilkan karya standar terbaik, bukan sekadar asal jadi.

​Integritas dan Kejujuran (Al-Amin)

Gelar Al-Amin yang melekat pada diri Rasulullah menjadi pengingat pentingnya kejujuran (QS. At-Taubah: 119). Dalam dunia kerja, kejujuran adalah modal utama. Siswa diingatkan untuk tidak memanipulasi data praktik, menjaga transparansi saat Uji Kompetensi Keahlian (UKK), dan memegang teguh amanah ketika menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).

​Etos Kerja Tinggi dan Kemandirian

Mengutip HR. Bukhari, makanan terbaik adalah hasil dari kerja tangan sendiri. Rasulullah mengajarkan umatnya untuk pantang menyerah dan terus mengasah hard skill maupun soft skill agar menjadi lulusan yang mandiri serta berdaya saing.

​Melalui peringatan ini, kegiatan Maulid Nabi di SMK Negeri 1 Kaligondang diharapkan tidak sekadar menjadi acara seremonial. Lebih dari itu, momentum ini menjadi sarana membentuk lulusan SMK yang unggul—tidak hanya menguasai teknologi dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan etos kerja berintegritas.



Pewarta : Zaenal Mutaqin

Kamis, 20 Agustus 2026

Langkah KUA Kaligondang Tekan Angka Perceraian Lewat Bimbingan Perkawinan



 ​
Foto : Salah Satu Catin dari Desa Arenan 

KALIGONDANG (20/8/2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang terus berkomitmen meningkatkan kualitas keluarga sakinah melalui program Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi para calon pengantin (catin). Pada Kamis (20/8/2026), kegiatan bimbingan perkawinan ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kaligondang, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I., dan diikuti oleh 4 pasang calon pengantin.

​Dalam kesempatan tersebut, Zaenal Mutaqin memberikan pemahaman mendalam mengenai fondasi penting dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Bimbingan perkawinan ini bertujuan untuk membekali para catin dengan pengetahuan keagamaan, psikologi keluarga, pengelolaan keuangan, serta pentingnya komunikasi yang sehat antarpasangan.

​Pentingnya Kesiapan Lahir dan Batin

​Zaenal Mutaqin menegaskan bahwa pernikahan bukan hanya momen menyatukan dua insan, melainkan ibadah panjang yang membutuhkan komitmen dan kesiapan matang, baik secara lahir maupun batin.

​"Melalui bimbingan ini, kami berharap para calon pengantin memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi berbagai dinamika dalam berumah tangga, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah," ujarnya.

​Penyerahan Sertifikat Bimbingan Perkawinan

​Sebagai bukti telah mengikuti seluruh rangkaian pembekalan, para peserta bimbingan perkawinan secara simbolis menerima Sertifikat Bimbingan Perkawinan Mandiri dari KUA Kecamatan Kaligondang. Penyerahan sertifikat ini menjadi penanda bahwa para calon pengantin telah siap melangkah ke jenjang pernikahan dengan bekal pemahaman yang cukup.

​Kegiatan binwin ini berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh kekeluargaan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) KUA Kecamatan Kaligondang. Program ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko konflik rumah tangga serta menekan angka perceraian di wilayah Kecamatan Kaligondang.



Pewarta : Zaenal Mutaqin


​Aksi Nyata KUA Kaligondang: Berbenah Total demi Pelayanan Prima

 


Ada kabar keren nih dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang! Demi menghadirkan tempat pelayanan yang makin ciamik dan bikin masyarakat betah, jajaran KUA Kaligondang kompak menggelar aksi berbenah dan menata ulang sarana serta prasarana (sarpras) kantor.

​Gak main-main, aksi gotong royong ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kaligondang, Bapak Edi Safa'atno, S.Ag.

​Dalam kegiatan tersebut, seluruh staf bahu-membahu merapikan perabotan, membersihkan sudut-sudut ruangan, hingga memperbaiki fasilitas pendukung agar suasana kantor makin rapi, segar, dan estetis.

​"Kenyamanan warga yang datang adalah prioritas utama kami. Suasana kantor yang bersih dan rapi tentu bikin pelayanan nikah maupun konsultasi keagamaan terasa jauh lebih menyenangkan," ungkap Edi Safa'atno di sela-sela kegiatan.


​Langkah penataan sarpras ini jadi bukti nyata komitmen KUA Kaligondang untuk terus menghadirkan pelayanan prima yang humanis dan responsif. Buat warga Kaligondang yang mau mengurus berkas atau berkonsultasi, siap-siap disambut dengan wajah baru kantor yang lebih nyaman!

​Bagaimana menurutmu? Yuk, tulis tanggapanmu di kolom komentar!




Pewarta: Zaenal Mutaqin,

Rabu, 19 Agustus 2026

Wujud Empati Kebangsaan, Forkopimcam Kaligondang Gelar Shalat Ghaib Mendoakan Korban Gempa NTT

 

Foto: Zainul Mustofa
KALIGONDANG – Duka mendalam menyelimuti bangsa Indonesia menyusul musibah gempa bumi yang menerpa wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Bencana yang terjadi sekitar tiga hari lalu tersebut mencatatkan dampak cukup parah, dengan data korban jiwa diperkirakan mencapai 70 orang meninggal dunia dan sekitar 250 orang mengalami luka-luka.

​Sebagai sesama umat Islam dan sesama warga negara Indonesia (WNI), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kaligondang bergerak bersama mengetuk pintu langit melalui pelaksanaan Shalat Ghaib dan Doa Bersama.

​Ibadah Shalat Ghaib tersebut dilaksanakan secara khusyuk pada  Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB bertempat di Mushala Al-Ikhlas, Kecamatan Kaligondang.

​Bertindak selaku imam shalat adalah Umar Abdul Fatah, S.Sos., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kaligondang di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga.

​"Sebagai sesama Muslim dan satu bangsa WNI, kita merasakan duka yang sama atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di NTT. Melalui Shalat Ghaib ini, kita doakan agar para korban yang wafat diampuni segala dosanya dan mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT, serta para korban luka dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesembuhan, kekuatan, dan ketabahan," ujar perwakilan penyelenggara.

​Kegiatan keagamaan dan kemanusiaan ini diikuti secara bersinergi oleh lintas instansi di wilayah Kecamatan Kaligondang, meliputi:

​KUA Kecamatan Kaligondang (Kankemenag Kab. Purbalingga)

​Polsek Kaligondang

​Koramil Kaligondang

​Pemerintah Kecamatan Kaligondang

​Kehadiran jajaran Forkopimcam ini menjadi simbol eratnya rasa persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) dan persatuan (ukhuwah wathaniyah) dalam menghadapi setiap ujian kemanusiaan yang menimpa bangsa.





Pewarta: Zaenal Mutaqin

Selasa, 18 Agustus 2026

Hadiri Rakor Kemenag Purbalingga, Ketua Badko LPQ Kaligondang Dukung Akurasi Data Keagamaan


Foto : Zaenal Mutaqin
PURBALINGGA – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga menggelar Rapat Koordinasi Verifikasi, Validasi, dan Pemutakhiran Data Lembaga Keagamaan (Pesantren, Madin, dan LPQ) pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Galaksi Kankemenag Purbalingga ini bertujuan untuk mewujudkan data keagamaan yang akurat, valid, dan terintegrasi.

​Rangkaian acara diawali dengan laporan dari Ketua Panitia, Lina Parwati, S.H.I., lalu dilanjutkan dengan sambutan pembuka oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, S.Pd.I.

​Sesi materi utama diisi oleh Kepala Subdirektorat Pendidikan Takmiliyah dan Pendidikan Al Qur'an Direktorat Pendidikan Pesantren Dirjen Pendis Kemenag RI, Aziz Syafiuddin, S.Sos.I., M.Si. Dalam pemaparannya, dipaparkan langkah strategis pemutakhiran data bagi lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), serta Pondok Pesantren.

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh para perwakilan pengurus lembaga keagamaan dari berbagai wilayah, salah satunya Ketua Badko LPQ Kecamatan Kaligondang, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I., yang hadir aktif sebagai peserta rapat.

​Acara dilanjutkan dengan pembahasan teknis bersama Tim PD Pontren serta sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Luthfi Nurdiansyah, S.Ap., sebelum seluruh rangkaian kegiatan ditutup secara resmi.



Penulis: Zaenal Mutaqin

Kamis, 13 November 2025

BIMBINGAN PRA NIKAH VIA WATSAPP

kegiatan binwin via Watsapp (foto M Zainul Mustofa

Kaligondang (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang melayani dengan motto Harum (Humanis, Amanah, Responsif, Unggul, Melayani) Kamis, 13 November 2025 menerima layanan :

NO

CALON SUAMI

CALON ISTRI

LAYANAN

PETUGAS

1

Senin, 10 November 2025

HARMONIS DI MASA DEPAN

Pemberian Buku Pondasi Keluarga Sakinah kepada Catin (foto Nurul Fauzan)

Kaligondang (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang melayani dengan motto Harum (Humanis, Amanah, Responsif, Unggul, Melayani) Senin, 10 November 2025 menerima layanan pemeriksaan dan bimbingan perkawinan pra nikah dengan calon suami atas nama  Galih Kresna dan calon istri atas nama Siti Sofi 

Dokumentasi Bimbingan Pra Nikah (foto Nurul Fauzan)

Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri menegaskan dalam membekali calon pengantin dengan pengetahuan pranikah. Salah satu unsur penting yang turut menyukseskan kegiatan ini adalah keterlibatan penyuluh agama Islam. Dalam pelaksanaan kali ini, penyuluh agama Usman, SH. memberikan materi kepada calon pengantin, materi yang dibawakan Usman difokuskan pada pembinaan akhlak pasangan, manajemen rumah tangga dalam perspektif Islam, serta pentingnya menjaga komunikasi dan komitmen dalam pernikahan. Penyuluh Agama Islam yang menjadi ujung tombak edukasi moral dan spiritual, KUA Kaligondang berharap kegiatan Bimwin Mandiri dapat mencetak generasi keluarga tangguh dan harmonis di masa depan


Pewarta : Zaenal Mutaqin

Kamis, 06 November 2025

BIMBINGAN PRA NIKAH

Kegiatan Binwin (foto Zaenal Mutaqin)
Kaligondang (Humas), Kamis, 6 November 2025, Usman, SH, Penyuluh Agama Islam melakukan Bimbingan pra nikah. Program ini mencakup aspek agama, psikologi, komunikasi, finansial, hingga pengasuhan anak, bertujuan agar pasangan siap secara mental, sosial, dan ekonomi menghadapi dinamika perkawinan. Program ini diwajibkan oleh Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan Kaligondang, meskipun pelaksanaan bimbingan dapat dilakukan secara tatap muka maupun mandiri

Kegiatan Binwin (foto Zaenal Mutaqin)
Harapan utama setelah mengikuti Bimbingan Perkawinan adalah untuk membangun dan menjalani kehidupan rumah tangga yang: Sakinah, Mawaddah, Warahmah: Ini adalah harapan ideal dalam Islam, yang berarti keluarga yang dipenuhi ketentraman, cinta, dan kasih sayang. 

Pewarta : Zaenal Mutaqin

PERNIKAHAN BUKAN SEKEDAR PERAYAAN



Pemberian Buku Pondasi Keluarga Sakinah kepada Catin oleh Wagino, SH (foto Afsa ulin)

Kaligondang, Rabu (5/11/2025) Wagino, SH, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang, menyampaikan materi tentang aspek agama dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) mandiri bagi calon pengantin.

Bimbingan ini diselenggarakan dalam bentuk ceramah, untuk membentuk keluarga sakinah, Wagino, manyampaikan materi mencakup pemahaman tentang tujuan pernikahan, kewajiban suami istri, dan membangun keluarga yang harmonis sesuai ajaran Islam, mempersiapkan generasi berkualitas: fokus pada persiapan menjadi orang tua dan bagaimana menciptakan keturunan yang sehat, cerdas, dan saleh/salehah. Mengelola keuangan keluarga: Meliputi cara mengatur pendapatan dan pengeluaran, membuat anggaran bersama, dan membuat keputusan keuangan secara bersama-sama.

Refleksi, evaluasi, dan tes pemahaman: Calon pengantin diminta untuk merefleksikan dan mengevaluasi pemahaman mereka tentang materi yang telah disampaikan. Harapan dari Binwin adalah agar pernikahan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi institusi yang kuat, berdaya tahan, dan mandiri, mampu menghadapi tantangan hidup, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.


Pewarta: Zaenal Mutaqin