Pengikut

Rabu, 23 September 2026

Koordinasi Sinergis KUA dan SMKN Kaligondang Terkait Pelaksanaan Shalat Istisqa di Bawah Kepemimpinan Usman, S.H.


KALIGONDANG — Rabu, 23 September 2026. Guna memastikan kesiapan dan kelancaran agenda keagamaan di wilayah Kecamatan Kaligondang, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang melaksanakan kunjungan koordinasi ke SMKN Kaligondang.  
​Pertemuan penting yang diselenggarakan pada hari Rabu, 23 September 2026 ini dipimpin langsung oleh Bapak Usman, S.H. yang bertindak sebagai ketua panitia penyelenggara. Kedatangan rombongan panitia disambut dengan penuh kehangatan dan diterima secara langsung oleh Kepala SMKN Kaligondang beserta jajaran pimpinan sekolah.  
​Dalam pertemuan tersebut, Usman, S.H. menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah penting untuk menyatukan visi, tenaga, dan dukungan lintas sektoral. Fokus utama dalam pembahasan kali ini adalah mematangkan persiapan teknis dan koordinasi lapangan terkait rencana pelaksanaan shalat istisqa (shalat sunnah memohon hujan).
​Melalui sinergi yang solid antara pihak KUA, panitia penyelenggara, dan institusi pendidikan seperti SMKN Kaligondang, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan ikhtiar batin ini dapat dipersiapkan dengan matang, berjalan tertib, serta memberikan dampak positif serta keberkahan bagi seluruh masyarakat di wilayah Kaligondang.




Pewarta: Zaenal Mutaqin

Jumat, 11 September 2026

Membina Jiwa di Balik Jeruji: Penyuluh Agama Islam KUA Kaligondang Berikan Tausiyah di Rutan Purbalingga


Purbalingga Lor — Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Rutan Kelas IIB Purbalingga pada hari Jumat, 11 September 2026. Zaenal Mutaqin, S.Sos.I., selaku Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang, hadir untuk mengisi kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi para warga binaan yang tergabung dalam Majelis Ta'lim At-Taubah.

​Kegiatan pembinaan rohani ini diikuti dengan antusias oleh para warga binaan. Mengenakan seragam abu-abu khas bertuliskan "Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Purbalingga" lengkap dengan peci hitam, para jamaah tampak duduk rapi menyimak materi yang disampaikan langsung dari atas mimbar.

​Mengupas Tiga Perkara Penyelamat (Al-Munjiyat)

​Dalam kesempatan tersebut, Zaenal Mutaqin menyampaikan materi bimbingan yang bersumber dari kitab klasik karya ulama besar nusantara, Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, yaitu Kitab Nashaihul 'Ibad. Beliau mengupas tentang tiga perkara yang dapat menyelamatkan (al-munjiyat) bagi manusia, yaitu:

  1. ​Takut kepada Allah SWT di Tempat Sunyi maupun Ramai (Khasyyatullah fis Sirri wal 'Alawiyah). Ketakwaan yang hakiki diuji saat seseorang berada dalam kesendirian maupun di tengah keramaian. Kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi gerak-gerik hamba-Nya menjadi benteng utama dari perbuatan maksiat.
  2. ​Bersikap Sederhana dalam Keadaan Fakir maupun Kaya (Al-Qashdu fil Faqri wal Ghina). Sikap qana'ah dan pengendalian diri sangat penting. Saat diuji dengan kekurangan, seseorang tidak kehilangan harga diri; dan ketika diberi kelebihan harta, ia tidak terjebak dalam kesombongan atau sifat berlebihan (israf).
  3. ​Berlaku Adil Baik dalam Keadaan Senang maupun Marah (Al-'Adlu fi Rida wal Ghadhab). Ujian keadilan terbesar adalah ketika hawa nafsu dan emosi mendominasi. Orang yang selamat adalah mereka yang tetap mampu bersikap obyektif, jujur, dan tidak zhalim, baik saat sedang diliputi rasa suka maupun dalam keadaan marah.

​


Harapan dan Doa

​Program pembinaan keagamaan secara berkala ini memiliki peran yang sangat strategis dalam proses rehabilitasi mental dan spiritual di lingkungan pemasyarakatan. Melalui Majelis Ta'lim At-Taubah, diharapkan para warga binaan dapat terus mendalami ilmu agama, memperbaiki diri, menemukan ketenangan batin, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang bertakwa, produktif, dan berakhlak mulia.



Pewarta: Zaenal Mutaqin

Kamis, 10 September 2026

Konsistensi Pelayanan Prima, KUA Kaligondang Gelar Briefing Pagi Tegaskan 3 Pilar Service Excellent


Purbalingga – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, kembali menggelar kegiatan briefing pagi rutin pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan internal yang berlangsung selama 10–15 menit sebelum pembukaan loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kaligondang, Zaenal Mutaqin, S.Sos.I.

​Briefing pagi ini ditujukan untuk menjaga kualitas pelayanan publik tetap optimal, transparan, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan layanan keagamaan di wilayah Kaligondang.

​3 Pilar Service Excellent di Meja PTSP

​Dalam arahannya, Zaenal Mutaqin menekankan pentingnya konsistensi seluruh petugas dalam menerapkan tiga pilar utama pelayanan prima (service excellent):

  1. ​Respons Cepat & Ramah                                                                                                            Menyambut setiap lapisan masyarakat, mitra lintas sektor, maupun profesional yang datang berkonsultasi dengan senyuman hangat serta komunikasi yang interaktif di meja layanan.
  2. ​Transparansi Alur & Syarat                                                                                                            Memastikan seluruh informasi terkait alur pendaftaran nikah, tarif PNBP, hingga kelengkapan dokumen persyaratan wakaf disampaikan secara jelas, terbuka, dan real-time.
  3. ​Kepastian Hukum & Akurasi Data                                                                                                 Mengoptimalkan pemanfaatan sistem digital keagamaan—seperti SIMKAH dan E-AIW—secara teliti guna meminimalisir risiko kesalahan input data publik.

​Komitmen Zona Integritas (WBK & WBBM)

​Sebelum briefing diakhiri, ditegaskan kembali komitmen bersama seluruh jajaran KUA Kaligondang di bawah naungan Kemenag Purbalingga dalam mewujudkan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupri (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

​Seluruh bentuk pelayanan dipastikan bebas dari pungutan liar (pungli) maupun gratifikasi. Masyarakat juga diimbau untuk selalu berpartisipasi aktif mengisi survei kepuasan layanan demi peningkatan kualitas instansi yang berkelanjutan.




Pewarta: Zaenal Mutaqin

Rabu, 09 September 2026

Tingkatkan Pengetahuan Keagamaan, Aparatur KUA Kaligondang Gelar Ngabar Kajian Kitab Nashaihul 'Ibad


Foto: Zaenal Mutaqin

Kaligondang– Dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan dan mempererat silaturahmi antarpegawai, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang menyelenggarakan kegiatan Ngabar (Ngaji Bareng) pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan kajian yang membahas Kitab Nashaihul 'Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani ini berlangsung khidmat di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Kaligondang.

​Acara rutin ini diikuti secara aktif oleh seluruh jajaran pegawai KUA, mulai dari penghulu, penyuluh agama Islam, hingga staf. Terlihat para peserta duduk bersama mendalami kitab keagamaan tersebut untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam.

​Membahas 10 Perkara yang Sia-Sia​Dalam kesempatan Ngabar kali ini, materi yang dikaji memasuki Bab Maqalah ke-4 dari Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu (Halaman 38), yakni mengenai 10 Hal yang Paling Rugi/Sia-sia (Asyaddul Asyya-i Hilakan):

  1. Orang Alim yang Tidak Ditanyai Ilmu-Nya – Orang berilmu tetapi tidak diimbangi dengan masyarakat yang menimba ilmu darinya.
  2. ​Ilmu yang Tidak Diamalkan – Pengetahuan yang dimiliki tetapi tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. ​Pendapat Benar yang Tidak Diterima – Saran atau gagasan baik yang diabaikan.
  4. ​Senjata yang Tidak Digunakan – Potensi atau alat pertahanan yang disimpan tanpa dimanfaatkan.
  5. ​Masjid yang Tidak Dipakai Shalat – Tempat ibadah yang dibiarkan sepi dari jamaah.
  6. ​Mushaf Al-Qur'an yang Tidak Dibaca – Kitab suci yang hanya dipajang tanpa ditadabburi.
  7. ​Harta yang Tidak Diinfakkan – Kekayaan yang ditimbun tanpa dinafkahkan di jalan Allah.
  8. ​Kendaraan/Kuda yang Tidak Ditunggangi – Sarana yang dibiarkan mangkrak tanpa manfaat.
  9. ​Ilmu Zuhud pada Orang yang Menginginkan Dunia – Pemahaman zuhud pada diri orang yang hatinya masih terikat keduniaan.
  10. ​Umur Panjang tanpa Bekal Akhirat – Usia yang diberikan tetapi tidak dimanfaatkan untuk menambah amal kebaikan.

​Kajian ditutup dengan pengingat dari hadis Nabi Muhammad SAW bahwa "Barang siapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah petunjuknya (hidayahnya), maka ia hanya semakin jauh dari Allah."

​Melalui kegiatan Ngabar ini, diharapkan para jajaran aparatur KUA Kaligondang tidak hanya menjalankan tugas administratif dan pelayanan publik semata, tetapi juga terus membekali diri dengan nilai-nilai keagamaan sebagai modal utama dalam memberikan bimbingan terbaik bagi masyarakat.



Pewarta: Zaenal Mutaqin

Selasa, 08 September 2026

Langkah Baru Sang Mualaf: Cerita Khidmat Pengucapan Syahadat di Balai Nikah KUA Kaligondang

Foto : Oktit Nuryuliyana

KALIGONDANG – Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, kembali menjadi saksi momen bersejarah dan penuh haru. Pada Selasa, 8 September 2026, Kepala KUA Kecamatan Kaligondang, Bapak Edi Safa'atno, S.Ag., secara langsung memandu pelaksanaan prosesi ikrar masuk Islam (mualaf) bagi Ibu Diah Hyunintias.

​Acara yang berlangsung dengan tertib dan khidmat ini turut disaksikan oleh jajaran Penyuluh Agama Islam, pegawai KUA, serta saksi dan pihak keluarga yang mendampingi.

​Pengucapan Syahadat Secara Sukarela

​Prosesi diawali dengan dialog singkat antara Kepala KUA Kaligondang dan calon mualaf untuk memastikan bahwa keputusan memeluk agama Islam didasari oleh kesadaran pribadi, tulus dari hati nurani, serta tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.

​Dengan bimbingan penuh ketenangan dari Bapak Edi Safa'atno, S.Ag., Ibu Diah Hyunintias mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lancar dan mantap:

​"Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah..."

(Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah).

​Usai penuntunan syahadat, suasana di ruang Balai Nikah terasa hangat dan haru. Seluruh hadirin yang hadir bersama-sama memanjatkan doa agar langkah awal Ibu Diah sebagai seorang muslimah senantiasa mendapatkan petunjuk, keberkahan, serta keteguhan iman.


​Penandatanganan Berita Acara dan Bimbingan Lanjutan

Setelah pembacaan ikrar selesai, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen dan Berita Acara Ikrar Masuk Islam secara resmi. Dokumen tersebut ditandatangani oleh pemeluk agama Islam yang baru, para saksi, dan disahkan langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Kaligondang.

​Bapak Edi Safa'atno, S.Ag. menyampaikan bahwa KUA Kaligondang tidak hanya bertugas memfasilitasi prosesi administratif semata, tetapi juga siap memberikan pendampingan keagamaan secara berkesinambungan melalui Penyuluh Agama Islam. Bimbingan lanjutan ini meliputi tata cara ibadah dasar, membaca Al-Qur'an, hingga pemahaman syariat Islam agar mualaf dapat menjalankan ajaran agama dengan nyaman dan percaya diri.

Foto : Oktit Nuryuliyana

​Prosesi diakhiri dengan penyerahan berkas resmi dan foto bersama jajaran KUA Kaligondang beserta keluarga.



Pewarta : Zaenal Mutaqin